7/21/2010

ketika Akhwat Jatuh Cinta

Akhwat Jatuh Cinta??

Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia...

Bukankah cinta adalah fitrah manusia???

Tak pantaskah akhwat jatuh cinta???

Mereka juga punya hati dan rasa...


Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya???
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...

Namun sebaliknya...

Ketika Akhwat Jatuh Cinta...

Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap...
Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi...

Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sbuah asa yang tak semestinya…

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu…
Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai…
Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah…
Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit…

Ketika Akhwat Jatuh Cinta…

Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut…

Tak ada kata-kata cinta dan rayuan…

Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…

Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh…

Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya…
Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan...

Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta…
Karena yang ada adalah penderitaan…

Tapi ukhti…
Bersabarlah…
Jadikan ini ujian dari Rabbmu…

Matikan rasa itu secepatnya…
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…
Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...

Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya…
Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…

Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…

Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu…

Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu…

Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya...
Maka yakinlah... Semuanya akan baik-baik saja…

Semua Akan Indah Pada Waktunya…

By: Ummu Sa�ad �Aztriana�

7/15/2010

Rencana Allah pasti indah

Ketika aku masih kecil, waktu itu Ibuku sedang menyulam sehelai kain.

Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, “Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara Ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan Ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.”

Aku heran, mengapa Ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku.

Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara Ibu memanggil, ” Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan Ibu. “

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian Ibu berkata, “Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau,tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, Ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang Ibu lakukan.”

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah,”Allah, apa yang Engkau lakukan?”

Ia menjawab, ” Aku sedang menyulam kehidupanmu.”

Dan aku membantah,” Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?”

Kemudian Allah menjawab, “Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini..”

Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.

Subhanallah, beruntunglah orang-orang yang mampu menjaring ayat indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini. Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai kejadian-kejadian dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu. Amin….

Subhanallah, tulisan ini benar-benar membuka pikiran kita bahwa Allah adalah Dzat Yang maha pengatur segala sesuatu di alam ini.

Cerita ini mengingatkan saya bahwa kendati pun manusia punya keinginan, tetapi Allah mempunyai keputusan yang tak mungkin dapat kita ubah, mari kita senantiasa bertawakkal kepada Nya.

***

Dari Sahabat

7/14/2010

Sebuah Pengakuan

Pengakuan. Terkadang pengakuan yang ju2r ternyata mampu menyusupi kekalutan di hati dengan kelegaan, sehingga yang ada adalah lega seperti terbebas dari kekalutan, kecewa dan semua perasaan-perasaan negatif lainnya.

Yang jelas satu niat dihati,kenapa tulisan itu aku buat. Mudah2an ini mampu membuat hatiku lega dan menjadi pelajaran berharga untuk pembaca yang posisinya mungkin saja sama dengan diriku.

Jujur aku bingung harus mulai darimana. Tetapi sungguh ini harus ku ungkapkan tanpa ada sedikitpun niat untuk menyakiti sebuah hati.....................

Disela - sela sibuknya kerja, ternyata bermain internet atau bahkan facebookan bukan hal yang aneh bagi seseorang seperti diriku yang setiap saat harus dihadapkan pada kondisi harus menggunakan fasilitas ini. Yang tujuannya sederhana mengambil hal2 yang bermanfaat terkait dengan profesi dan keahlian.

Tetapi sebelum cerita ini berlanjut, satu hal yang harus digarisbawahi disini adalah bahwa aku sebagai seorang muslimah berharap masih termasuk orang yang masih berhati2/meminimalisasi dalam menggunakan fasilitas internet untuk interaksi dengan dengan pengguna internet lain dalam hal ini laki-laki/lawan jenis.

6/24/2010

Malulah kepada Allah Jika Masih Mengeluh

Malu adalah sifat yang membuat kita enggan untuk melakukan sesuatu. Ia merupakan benteng yang cukup kokoh untuk menahan kita melakukan hal-hal yang tidak baik. Kita menahan diri untuk tidak meminta-minta karena kita malu. Kita tidak mengambil hak orang lain karena kita malu. Malu menjadi bagian dari pengendalian diri. Karena itulah, maka Rasulullah saw menegaskan kepada kita,"Malu itu sebagian dari iman."

Andai kita merasa malu untuk berlari dijalanan dengan tubuh tanpa buasana maka kita tidak akan melakukannya. Itu pasti. Kecuali jika kita sudah kehilangan akal sehat; maka apapun tidak akan membuat kita malu.

Tapi itu karena kita malu kepada sesama manusia. Maka bayangkan saja, kalau seandainya rasa malu itu kemudian kita gunakan pula untuk malu kepada Allah swt. Kita tanamkan dalam diri kita rasa malu kepada-Nya jika harus berkeluh kesah; malu karena menuduh ada sesuatu yang salah dalam takdir-Nya; atau malu karena menyalahkan nasib atas semua yang kita alami. Padahal banyak bukti bahwa keluahan yang kita lontarkan selalu bersumber kepada kurangnya rasa syukur kita atas semua capaian yang sudah kita raih. Itulah sebabnya, mengapa�mengeluh� itu bukan monopoli orang susah saja. Orang yang kaya dan sukses pun ada yang sangat terampil mengeluh. Pemimpinpun ada yang hobi mengeluh, padahal jika bertukar posisi belum tentu mereka akan berhenti mengeluh.


Ketika kita sungguh-sungguh berterimakasih atas sebuah berkah, maka kita tidak akan mengeluh manakala tengah diuji dengan sebuah situasi sulit. Sebaliknya, kita semakin berterimakasih karena ternyata nikmat yang dulu pernah didapat itu begitu bernilai. Dan ketika kita begitu khusyuknya bersyukur, kita lupa untuk mengeluh. Bahkan, sekalipun kita ingat; kita tidak jadi mengeluh. Karena, kita malu untuk mengeluh. Oleh karenanya, yang terucap dan diperbuat tidak lain adalah ungkapan penghargaan atas semua kenikmatan yang telah Allah anugerahkan. Sekalipun Allah tengah menguji kita, tetapi kita merasa malu mengeluh. Lalu kembali berterimakasih, bahkan ketika tengah berada dalam ujian. Pantaslah jika semakin hari, dia semakin disayang oleh Allah swt.

Tarbawi 229 Th.11 Jumadil Akhir 1431 H/ 3 Juni 2010

6/20/2010

Jika aku jatuh hati

Damba Cinta-Mu

Oleh Raihan

Tuhanku ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMu

Ku sering melanggar laranganMu
Dalam sedar ataupun tidak
Ku sering meninggalkan suruhanMu
Walau sedar aku milikMu

Bilakah diri ini �kan kembali
Kepada fitrah sebenar
Pagi kuingat petang kualpa
Begitulah silih berganti

Oh Tuhanku,
Kau pimpinlah diri ini
Yang mendamba CintaMu
Aku lemah aku jahil
Tanpa pimpinan dariMu

Ku sering berjanji di depanMu
Sering jua ku memungkiri
Ku pernah menangis keranaMu
Kemudian ketawa semula

Kau pengasih
Kau penyayang
Kau pengampun
Kepada hamba-hambaMu

Selangkah ku kepadaMu
Seribu langkah Kau padaku

Tuhan,
Diri ini tidak layak ke surgaMu
Tapi tidak pula aku sanggup ke nerakaMu

Kutakut kepadaMu
Ku mengharap jua padaMu
Mogaku �kan selamat dunia akhirat
Seperti rasul dan sahabat

Seperti rasul dan sahabat

2/11/2010

Ya Rabbi Kuatkan Aku!

Sungguh, tidak pernah ku rasakan sesedih ini sebelumnya.
Kenapa, orang lain selalu berharap kita seperti mereka, kita kan bukan mereka. Allah menciptakan kita berbeda, dengan keunikan kita masing - masing yang itu akan jadi kelebihan dan kekurangan kita. Mengapa mereka tidak menyadari itu dan tidak berusaha memahami itu.

Aku rindu indahnya persaudaraan dalam Islam (Ukhuwah Islamiyah), yang mereka tidak dibedakan oleh pangkat, jabatan, harta, umur, suku, dan lain - lain. Mereka begitu ikhlas dan tulus menyampaikan kebaikan2, mendidik kearah yang lebih baik tanpa mengharapkan pambrih. Karena pambrih yang mereka harapkan hanya ridho dari Allah semata.

Ya Allah, hanya Engkau sebaik2 tempat hamba mengadu. Kuatkan dan sabarkan hamba dengan kondisi ini ya Allah, jauhkan hamba dari kekufuran. Aamiin