Sungguh, aku tidak tahu tiba-tiba saja aku ingin menulis tentang rahasia jodoh atau lebih luasnya tentang pernikahan disini. Ya, mungkin aku terinspirasi dengan film Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2 yang baru aku tonton baru-baru ini. Tetapi sungguh rasanya aku belum cukup bekal untuk bicara ini, karena aku sendiri juga belum menikah. Tepatnya aku belum merasakan secara jelas rahasia di balik jodohku.
Tetapi bicara tentang jodoh aku jadi teringat sebuat video klip di film Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2 --> Menanti Cinta.
Sejak lama aku berdiri
Dalam sepinya rongga hati
Tak satupun ku mampu menjawab
Hanya padaMu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku
Wahai Penilai Hati lihat bathinku
Nyaris bernanah karena luka tersayat
Merana menantikan kisah dan kasih hidupku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi puna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti
Jodohku...
Hohoho...
Hanya padaMu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku
Wahai Penilai Hati lihat bathinku
Nyaris bernanah karena luka tersayat
Merana menantikan kisah dan kasih hidupku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi puna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti
Jodohku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi puna cinta
Namun harus ku ikhlaskan semua takdir cintaku
PadaMu...
Ketika bicara tentang jodoh, tentu tidak akan bisa dipisahkan dari bicara tentang pernikahan. Selama ini, aku berpikir menikah adalah sesuatu hal yang masih tabu untuk dibicarakan. Kenapa?. Aku merasa masih kecil, belum punya ilmu, dan lain-lain.
Tetapi tidak sekarang, seharusnya aku sudah memahami ilmu itu. Ketika telah memiliki umur yang cukup, telah memiliki pekerjaan yang tetap, dan orang tua telah menuntut untuk menyegerakan menikah, aku mulai merindukan kata itu teraplikasi dari diriku. Menikah, memiliki suami yang terbaik disisiNya, bisa menjadi teman yang baik dalam urusan agama,dunia dan akhirat; keluarga dakwah dan keluarga tarbiyah.
"Rabbi habli minladunka zaujan thoyyiban, wa yakuuna shohiban li fiddini waddunia wal akhirat" Ya Rabbi berikanlah hamba suami yang terbaik disisimu, suami yang bisa menjadi teman bagi hamba dalam urusan agama, dunia, dan akhirat. Aamiin.
Tetapi sungguh jodoh memang rahasia Allah yang luar biasa misterinya. Ketika kita merasa belum siap dia datang, dan ketika kita merasa benar2 sudah siap dia begitu jauh. Ternyata nilai atas kesiapan menurut kita tak selamanya sama dengan nilai atas kesiapan menurut Allah. Allah Maha Tahu sedang kita tidak.
Berbagi cerita tentang jodoh atau perjodohan sungguh penuh warna - warni. Tetapi pada dasarnya aku bukanlah orang yang menutup diri; ketika dikenalkan dari latar belakang berbeda aku jalani. Tetapi sungguh jodoh memang penuh misteri, sesuatu yang tidak bisa dipaksakan (perkara hati). Perasaan ikhlas dan ridho belum kurasakan.
Tetapi sungguh, menjalani proses pernikahan yang syar'i dengan cara yang syar'i menjadi cita - cita dan harapanku.
Melihat dan belajar dari pengalaman sekitar membuatku teguh, yakin dan percaya, bahwa jodoh adalah hak veto Allah Subhannahu Wa Ta'ala. Wanita yang baik dan selalu menjaga diri akan mendapatkan laki2 yang baik, meski harus melalui proses yang panjang, lama, bahkan sampai umur telah melampaui batas. Sebaliknya seorang wanita yang tidak mampu bersabar untuk menjaga diri, jatuh pada kondisi samar (mendekati zina) sehingga mempunyai keyakinan bahwa itu adalah jodohnya ternyata akhirnya dia akan mendapatkan itu. Allah akan memberi apa yang diminta oleh hamba-Nya, meski menurut-Nya itu bukan yang terbaik. Allahu'alam.
No comments:
Post a Comment