Pengakuan. Terkadang pengakuan yang ju2r ternyata mampu menyusupi kekalutan di hati dengan kelegaan, sehingga yang ada adalah lega seperti terbebas dari kekalutan, kecewa dan semua perasaan-perasaan negatif lainnya.
Yang jelas satu niat dihati,kenapa tulisan itu aku buat. Mudah2an ini mampu membuat hatiku lega dan menjadi pelajaran berharga untuk pembaca yang posisinya mungkin saja sama dengan diriku.
Jujur aku bingung harus mulai darimana. Tetapi sungguh ini harus ku ungkapkan tanpa ada sedikitpun niat untuk menyakiti sebuah hati.....................
Disela - sela sibuknya kerja, ternyata bermain internet atau bahkan facebookan bukan hal yang aneh bagi seseorang seperti diriku yang setiap saat harus dihadapkan pada kondisi harus menggunakan fasilitas ini. Yang tujuannya sederhana mengambil hal2 yang bermanfaat terkait dengan profesi dan keahlian.
Tetapi sebelum cerita ini berlanjut, satu hal yang harus digarisbawahi disini adalah bahwa aku sebagai seorang muslimah berharap masih termasuk orang yang masih berhati2/meminimalisasi dalam menggunakan fasilitas internet untuk interaksi dengan dengan pengguna internet lain dalam hal ini laki-laki/lawan jenis.
Kecantikan yang hakiki lahir dari hati yang bersih, tergambar dari akhlak yang mulia, dan terbentuk dari kecerdasan akal
7/14/2010
6/24/2010
Malulah kepada Allah Jika Masih Mengeluh
Malu adalah sifat yang membuat kita enggan untuk melakukan sesuatu. Ia merupakan benteng yang cukup kokoh untuk menahan kita melakukan hal-hal yang tidak baik. Kita menahan diri untuk tidak meminta-minta karena kita malu. Kita tidak mengambil hak orang lain karena kita malu. Malu menjadi bagian dari pengendalian diri. Karena itulah, maka Rasulullah saw menegaskan kepada kita,"Malu itu sebagian dari iman."
Andai kita merasa malu untuk berlari dijalanan dengan tubuh tanpa buasana maka kita tidak akan melakukannya. Itu pasti. Kecuali jika kita sudah kehilangan akal sehat; maka apapun tidak akan membuat kita malu.
Tapi itu karena kita malu kepada sesama manusia. Maka bayangkan saja, kalau seandainya rasa malu itu kemudian kita gunakan pula untuk malu kepada Allah swt. Kita tanamkan dalam diri kita rasa malu kepada-Nya jika harus berkeluh kesah; malu karena menuduh ada sesuatu yang salah dalam takdir-Nya; atau malu karena menyalahkan nasib atas semua yang kita alami. Padahal banyak bukti bahwa keluahan yang kita lontarkan selalu bersumber kepada kurangnya rasa syukur kita atas semua capaian yang sudah kita raih. Itulah sebabnya, mengapa�mengeluh� itu bukan monopoli orang susah saja. Orang yang kaya dan sukses pun ada yang sangat terampil mengeluh. Pemimpinpun ada yang hobi mengeluh, padahal jika bertukar posisi belum tentu mereka akan berhenti mengeluh.
Ketika kita sungguh-sungguh berterimakasih atas sebuah berkah, maka kita tidak akan mengeluh manakala tengah diuji dengan sebuah situasi sulit. Sebaliknya, kita semakin berterimakasih karena ternyata nikmat yang dulu pernah didapat itu begitu bernilai. Dan ketika kita begitu khusyuknya bersyukur, kita lupa untuk mengeluh. Bahkan, sekalipun kita ingat; kita tidak jadi mengeluh. Karena, kita malu untuk mengeluh. Oleh karenanya, yang terucap dan diperbuat tidak lain adalah ungkapan penghargaan atas semua kenikmatan yang telah Allah anugerahkan. Sekalipun Allah tengah menguji kita, tetapi kita merasa malu mengeluh. Lalu kembali berterimakasih, bahkan ketika tengah berada dalam ujian. Pantaslah jika semakin hari, dia semakin disayang oleh Allah swt.
Tarbawi 229 Th.11 Jumadil Akhir 1431 H/ 3 Juni 2010
Andai kita merasa malu untuk berlari dijalanan dengan tubuh tanpa buasana maka kita tidak akan melakukannya. Itu pasti. Kecuali jika kita sudah kehilangan akal sehat; maka apapun tidak akan membuat kita malu.
Tapi itu karena kita malu kepada sesama manusia. Maka bayangkan saja, kalau seandainya rasa malu itu kemudian kita gunakan pula untuk malu kepada Allah swt. Kita tanamkan dalam diri kita rasa malu kepada-Nya jika harus berkeluh kesah; malu karena menuduh ada sesuatu yang salah dalam takdir-Nya; atau malu karena menyalahkan nasib atas semua yang kita alami. Padahal banyak bukti bahwa keluahan yang kita lontarkan selalu bersumber kepada kurangnya rasa syukur kita atas semua capaian yang sudah kita raih. Itulah sebabnya, mengapa�mengeluh� itu bukan monopoli orang susah saja. Orang yang kaya dan sukses pun ada yang sangat terampil mengeluh. Pemimpinpun ada yang hobi mengeluh, padahal jika bertukar posisi belum tentu mereka akan berhenti mengeluh.
Ketika kita sungguh-sungguh berterimakasih atas sebuah berkah, maka kita tidak akan mengeluh manakala tengah diuji dengan sebuah situasi sulit. Sebaliknya, kita semakin berterimakasih karena ternyata nikmat yang dulu pernah didapat itu begitu bernilai. Dan ketika kita begitu khusyuknya bersyukur, kita lupa untuk mengeluh. Bahkan, sekalipun kita ingat; kita tidak jadi mengeluh. Karena, kita malu untuk mengeluh. Oleh karenanya, yang terucap dan diperbuat tidak lain adalah ungkapan penghargaan atas semua kenikmatan yang telah Allah anugerahkan. Sekalipun Allah tengah menguji kita, tetapi kita merasa malu mengeluh. Lalu kembali berterimakasih, bahkan ketika tengah berada dalam ujian. Pantaslah jika semakin hari, dia semakin disayang oleh Allah swt.
Tarbawi 229 Th.11 Jumadil Akhir 1431 H/ 3 Juni 2010
6/20/2010
Damba Cinta-Mu
Oleh Raihan
Tuhanku ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMu
Ku sering melanggar laranganMu
Dalam sedar ataupun tidak
Ku sering meninggalkan suruhanMu
Walau sedar aku milikMu
Bilakah diri ini �kan kembali
Kepada fitrah sebenar
Pagi kuingat petang kualpa
Begitulah silih berganti
Oh Tuhanku,
Kau pimpinlah diri ini
Yang mendamba CintaMu
Aku lemah aku jahil
Tanpa pimpinan dariMu
Ku sering berjanji di depanMu
Sering jua ku memungkiri
Ku pernah menangis keranaMu
Kemudian ketawa semula
Kau pengasih
Kau penyayang
Kau pengampun
Kepada hamba-hambaMu
Selangkah ku kepadaMu
Seribu langkah Kau padaku
Tuhan,
Diri ini tidak layak ke surgaMu
Tapi tidak pula aku sanggup ke nerakaMu
Kutakut kepadaMu
Ku mengharap jua padaMu
Mogaku �kan selamat dunia akhirat
Seperti rasul dan sahabat
Seperti rasul dan sahabat
Tuhanku ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMu
Ku sering melanggar laranganMu
Dalam sedar ataupun tidak
Ku sering meninggalkan suruhanMu
Walau sedar aku milikMu
Bilakah diri ini �kan kembali
Kepada fitrah sebenar
Pagi kuingat petang kualpa
Begitulah silih berganti
Oh Tuhanku,
Kau pimpinlah diri ini
Yang mendamba CintaMu
Aku lemah aku jahil
Tanpa pimpinan dariMu
Ku sering berjanji di depanMu
Sering jua ku memungkiri
Ku pernah menangis keranaMu
Kemudian ketawa semula
Kau pengasih
Kau penyayang
Kau pengampun
Kepada hamba-hambaMu
Selangkah ku kepadaMu
Seribu langkah Kau padaku
Tuhan,
Diri ini tidak layak ke surgaMu
Tapi tidak pula aku sanggup ke nerakaMu
Kutakut kepadaMu
Ku mengharap jua padaMu
Mogaku �kan selamat dunia akhirat
Seperti rasul dan sahabat
Seperti rasul dan sahabat
2/11/2010
Ya Rabbi Kuatkan Aku!
Sungguh, tidak pernah ku rasakan sesedih ini sebelumnya.
Kenapa, orang lain selalu berharap kita seperti mereka, kita kan bukan mereka. Allah menciptakan kita berbeda, dengan keunikan kita masing - masing yang itu akan jadi kelebihan dan kekurangan kita. Mengapa mereka tidak menyadari itu dan tidak berusaha memahami itu.
Aku rindu indahnya persaudaraan dalam Islam (Ukhuwah Islamiyah), yang mereka tidak dibedakan oleh pangkat, jabatan, harta, umur, suku, dan lain - lain. Mereka begitu ikhlas dan tulus menyampaikan kebaikan2, mendidik kearah yang lebih baik tanpa mengharapkan pambrih. Karena pambrih yang mereka harapkan hanya ridho dari Allah semata.
Ya Allah, hanya Engkau sebaik2 tempat hamba mengadu. Kuatkan dan sabarkan hamba dengan kondisi ini ya Allah, jauhkan hamba dari kekufuran. Aamiin
Kenapa, orang lain selalu berharap kita seperti mereka, kita kan bukan mereka. Allah menciptakan kita berbeda, dengan keunikan kita masing - masing yang itu akan jadi kelebihan dan kekurangan kita. Mengapa mereka tidak menyadari itu dan tidak berusaha memahami itu.
Aku rindu indahnya persaudaraan dalam Islam (Ukhuwah Islamiyah), yang mereka tidak dibedakan oleh pangkat, jabatan, harta, umur, suku, dan lain - lain. Mereka begitu ikhlas dan tulus menyampaikan kebaikan2, mendidik kearah yang lebih baik tanpa mengharapkan pambrih. Karena pambrih yang mereka harapkan hanya ridho dari Allah semata.
Ya Allah, hanya Engkau sebaik2 tempat hamba mengadu. Kuatkan dan sabarkan hamba dengan kondisi ini ya Allah, jauhkan hamba dari kekufuran. Aamiin
1/25/2010
Indahnya Menyempurnak 1/2 Dien di Jalan yang Syar'i
Sungguh, aku tidak tahu tiba-tiba saja aku ingin menulis tentang rahasia jodoh atau lebih luasnya tentang pernikahan disini. Ya, mungkin aku terinspirasi dengan film Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2 yang baru aku tonton baru-baru ini. Tetapi sungguh rasanya aku belum cukup bekal untuk bicara ini, karena aku sendiri juga belum menikah. Tepatnya aku belum merasakan secara jelas rahasia di balik jodohku.
Tetapi bicara tentang jodoh aku jadi teringat sebuat video klip di film Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2 --> Menanti Cinta.
Sejak lama aku berdiri
Dalam sepinya rongga hati
Tak satupun ku mampu menjawab
Hanya padaMu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku
Wahai Penilai Hati lihat bathinku
Nyaris bernanah karena luka tersayat
Merana menantikan kisah dan kasih hidupku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi puna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti
Jodohku...
Hohoho...
Hanya padaMu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku
Wahai Penilai Hati lihat bathinku
Nyaris bernanah karena luka tersayat
Merana menantikan kisah dan kasih hidupku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi puna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti
Jodohku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi puna cinta
Namun harus ku ikhlaskan semua takdir cintaku
PadaMu...
Ketika bicara tentang jodoh, tentu tidak akan bisa dipisahkan dari bicara tentang pernikahan. Selama ini, aku berpikir menikah adalah sesuatu hal yang masih tabu untuk dibicarakan. Kenapa?. Aku merasa masih kecil, belum punya ilmu, dan lain-lain.
Tetapi tidak sekarang, seharusnya aku sudah memahami ilmu itu. Ketika telah memiliki umur yang cukup, telah memiliki pekerjaan yang tetap, dan orang tua telah menuntut untuk menyegerakan menikah, aku mulai merindukan kata itu teraplikasi dari diriku. Menikah, memiliki suami yang terbaik disisiNya, bisa menjadi teman yang baik dalam urusan agama,dunia dan akhirat; keluarga dakwah dan keluarga tarbiyah.
"Rabbi habli minladunka zaujan thoyyiban, wa yakuuna shohiban li fiddini waddunia wal akhirat" Ya Rabbi berikanlah hamba suami yang terbaik disisimu, suami yang bisa menjadi teman bagi hamba dalam urusan agama, dunia, dan akhirat. Aamiin.
Tetapi sungguh jodoh memang rahasia Allah yang luar biasa misterinya. Ketika kita merasa belum siap dia datang, dan ketika kita merasa benar2 sudah siap dia begitu jauh. Ternyata nilai atas kesiapan menurut kita tak selamanya sama dengan nilai atas kesiapan menurut Allah. Allah Maha Tahu sedang kita tidak.
Berbagi cerita tentang jodoh atau perjodohan sungguh penuh warna - warni. Tetapi pada dasarnya aku bukanlah orang yang menutup diri; ketika dikenalkan dari latar belakang berbeda aku jalani. Tetapi sungguh jodoh memang penuh misteri, sesuatu yang tidak bisa dipaksakan (perkara hati). Perasaan ikhlas dan ridho belum kurasakan.
Tetapi sungguh, menjalani proses pernikahan yang syar'i dengan cara yang syar'i menjadi cita - cita dan harapanku.
Melihat dan belajar dari pengalaman sekitar membuatku teguh, yakin dan percaya, bahwa jodoh adalah hak veto Allah Subhannahu Wa Ta'ala. Wanita yang baik dan selalu menjaga diri akan mendapatkan laki2 yang baik, meski harus melalui proses yang panjang, lama, bahkan sampai umur telah melampaui batas. Sebaliknya seorang wanita yang tidak mampu bersabar untuk menjaga diri, jatuh pada kondisi samar (mendekati zina) sehingga mempunyai keyakinan bahwa itu adalah jodohnya ternyata akhirnya dia akan mendapatkan itu. Allah akan memberi apa yang diminta oleh hamba-Nya, meski menurut-Nya itu bukan yang terbaik. Allahu'alam.
Tetapi bicara tentang jodoh aku jadi teringat sebuat video klip di film Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2 --> Menanti Cinta.
Sejak lama aku berdiri
Dalam sepinya rongga hati
Tak satupun ku mampu menjawab
Hanya padaMu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku
Wahai Penilai Hati lihat bathinku
Nyaris bernanah karena luka tersayat
Merana menantikan kisah dan kasih hidupku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi puna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti
Jodohku...
Hohoho...
Hanya padaMu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku
Wahai Penilai Hati lihat bathinku
Nyaris bernanah karena luka tersayat
Merana menantikan kisah dan kasih hidupku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi puna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti
Jodohku
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi puna cinta
Namun harus ku ikhlaskan semua takdir cintaku
PadaMu...
Ketika bicara tentang jodoh, tentu tidak akan bisa dipisahkan dari bicara tentang pernikahan. Selama ini, aku berpikir menikah adalah sesuatu hal yang masih tabu untuk dibicarakan. Kenapa?. Aku merasa masih kecil, belum punya ilmu, dan lain-lain.
Tetapi tidak sekarang, seharusnya aku sudah memahami ilmu itu. Ketika telah memiliki umur yang cukup, telah memiliki pekerjaan yang tetap, dan orang tua telah menuntut untuk menyegerakan menikah, aku mulai merindukan kata itu teraplikasi dari diriku. Menikah, memiliki suami yang terbaik disisiNya, bisa menjadi teman yang baik dalam urusan agama,dunia dan akhirat; keluarga dakwah dan keluarga tarbiyah.
"Rabbi habli minladunka zaujan thoyyiban, wa yakuuna shohiban li fiddini waddunia wal akhirat" Ya Rabbi berikanlah hamba suami yang terbaik disisimu, suami yang bisa menjadi teman bagi hamba dalam urusan agama, dunia, dan akhirat. Aamiin.
Tetapi sungguh jodoh memang rahasia Allah yang luar biasa misterinya. Ketika kita merasa belum siap dia datang, dan ketika kita merasa benar2 sudah siap dia begitu jauh. Ternyata nilai atas kesiapan menurut kita tak selamanya sama dengan nilai atas kesiapan menurut Allah. Allah Maha Tahu sedang kita tidak.
Berbagi cerita tentang jodoh atau perjodohan sungguh penuh warna - warni. Tetapi pada dasarnya aku bukanlah orang yang menutup diri; ketika dikenalkan dari latar belakang berbeda aku jalani. Tetapi sungguh jodoh memang penuh misteri, sesuatu yang tidak bisa dipaksakan (perkara hati). Perasaan ikhlas dan ridho belum kurasakan.
Tetapi sungguh, menjalani proses pernikahan yang syar'i dengan cara yang syar'i menjadi cita - cita dan harapanku.
Melihat dan belajar dari pengalaman sekitar membuatku teguh, yakin dan percaya, bahwa jodoh adalah hak veto Allah Subhannahu Wa Ta'ala. Wanita yang baik dan selalu menjaga diri akan mendapatkan laki2 yang baik, meski harus melalui proses yang panjang, lama, bahkan sampai umur telah melampaui batas. Sebaliknya seorang wanita yang tidak mampu bersabar untuk menjaga diri, jatuh pada kondisi samar (mendekati zina) sehingga mempunyai keyakinan bahwa itu adalah jodohnya ternyata akhirnya dia akan mendapatkan itu. Allah akan memberi apa yang diminta oleh hamba-Nya, meski menurut-Nya itu bukan yang terbaik. Allahu'alam.
1/17/2010
Do'a yang Indah
Aku memohon pada Allah agar Dia mengambil sifat-sifat dan kebiasaan burukku. Allah menjawab: "Kamu sendirilah yang harus berusaha menghilangkannya."
Aku memohon pada Allah agar Dia membuatku selalu menjadi anak-anak dan tidak pernah tumbuh besar. Allah menjawab:" Semangat dan kejujuran anak-anaklah yang harus selalu selalu ada, karena bagaimanapun juga, tubuh akan bertambah tua."
Aku memohon pada Allah agar Dia menganugerahkan kesabaran kepadaku. Allah menjawab: "Kesabaran adalah hasil dari ujian. Kesabaran tidak datang begitu saja, tetapi harus dipelajari dalam kehidupan."
Aku memohon pada Allah agar Dia menganugerahkan kebahagiaan kepadaku. Allah menjawab:"Aku sudah merahmati dengan berbagai nikmat, tapi bahagia atau tidak dengan semua kenikmatan tersebut, itu tergantung kepadamu."
Aku memohon pada Allah agar Dia menghilangkan penderitaan dan duka cita dari hatiku. Allah menjawab:" Duka cita membuatmu jauh dari kehidupan duniawi dan membawamu lebih dekat kepada-Ku."
Aku memohon kepada Allah agar Dia menumbuhkan semangatku. Allah menjawab: "Kamu harus tumbuh dan mengusahakannya sendiri. Baru setelah itu aku akan menghiasimu."
Aku memohon pada Allah agar Dia memberiku segala sesuatu yang bisa membuatku menikmati hidup. Allah menjawab:" Aku sudah memberimu kehidupan supaya kamu bisa menikmati segala sesuatu yang Aku sediakan."
Aku memohon kepada Allah agar Dia membuatku mencintai sesama saudaraku umat muslim, sebesar cinta-Nya kepadaku. Allah menjawab:" Akhirnya kamu mengerti juga inti semua ini."
Untuk setiap hal negatif yang kita tujukan bagi diri kita, Allah SWT selalu mempunyai jawaban positif.
Dikutip dari : Hadiah Cinta dari Dunia Maya
Aku memohon pada Allah agar Dia membuatku selalu menjadi anak-anak dan tidak pernah tumbuh besar. Allah menjawab:" Semangat dan kejujuran anak-anaklah yang harus selalu selalu ada, karena bagaimanapun juga, tubuh akan bertambah tua."
Aku memohon pada Allah agar Dia menganugerahkan kesabaran kepadaku. Allah menjawab: "Kesabaran adalah hasil dari ujian. Kesabaran tidak datang begitu saja, tetapi harus dipelajari dalam kehidupan."
Aku memohon pada Allah agar Dia menganugerahkan kebahagiaan kepadaku. Allah menjawab:"Aku sudah merahmati dengan berbagai nikmat, tapi bahagia atau tidak dengan semua kenikmatan tersebut, itu tergantung kepadamu."
Aku memohon pada Allah agar Dia menghilangkan penderitaan dan duka cita dari hatiku. Allah menjawab:" Duka cita membuatmu jauh dari kehidupan duniawi dan membawamu lebih dekat kepada-Ku."
Aku memohon kepada Allah agar Dia menumbuhkan semangatku. Allah menjawab: "Kamu harus tumbuh dan mengusahakannya sendiri. Baru setelah itu aku akan menghiasimu."
Aku memohon pada Allah agar Dia memberiku segala sesuatu yang bisa membuatku menikmati hidup. Allah menjawab:" Aku sudah memberimu kehidupan supaya kamu bisa menikmati segala sesuatu yang Aku sediakan."
Aku memohon kepada Allah agar Dia membuatku mencintai sesama saudaraku umat muslim, sebesar cinta-Nya kepadaku. Allah menjawab:" Akhirnya kamu mengerti juga inti semua ini."
Untuk setiap hal negatif yang kita tujukan bagi diri kita, Allah SWT selalu mempunyai jawaban positif.
Dikutip dari : Hadiah Cinta dari Dunia Maya
Subscribe to:
Posts (Atom)