6/24/2010

Malulah kepada Allah Jika Masih Mengeluh

Malu adalah sifat yang membuat kita enggan untuk melakukan sesuatu. Ia merupakan benteng yang cukup kokoh untuk menahan kita melakukan hal-hal yang tidak baik. Kita menahan diri untuk tidak meminta-minta karena kita malu. Kita tidak mengambil hak orang lain karena kita malu. Malu menjadi bagian dari pengendalian diri. Karena itulah, maka Rasulullah saw menegaskan kepada kita,"Malu itu sebagian dari iman."

Andai kita merasa malu untuk berlari dijalanan dengan tubuh tanpa buasana maka kita tidak akan melakukannya. Itu pasti. Kecuali jika kita sudah kehilangan akal sehat; maka apapun tidak akan membuat kita malu.

Tapi itu karena kita malu kepada sesama manusia. Maka bayangkan saja, kalau seandainya rasa malu itu kemudian kita gunakan pula untuk malu kepada Allah swt. Kita tanamkan dalam diri kita rasa malu kepada-Nya jika harus berkeluh kesah; malu karena menuduh ada sesuatu yang salah dalam takdir-Nya; atau malu karena menyalahkan nasib atas semua yang kita alami. Padahal banyak bukti bahwa keluahan yang kita lontarkan selalu bersumber kepada kurangnya rasa syukur kita atas semua capaian yang sudah kita raih. Itulah sebabnya, mengapa�mengeluh� itu bukan monopoli orang susah saja. Orang yang kaya dan sukses pun ada yang sangat terampil mengeluh. Pemimpinpun ada yang hobi mengeluh, padahal jika bertukar posisi belum tentu mereka akan berhenti mengeluh.


Ketika kita sungguh-sungguh berterimakasih atas sebuah berkah, maka kita tidak akan mengeluh manakala tengah diuji dengan sebuah situasi sulit. Sebaliknya, kita semakin berterimakasih karena ternyata nikmat yang dulu pernah didapat itu begitu bernilai. Dan ketika kita begitu khusyuknya bersyukur, kita lupa untuk mengeluh. Bahkan, sekalipun kita ingat; kita tidak jadi mengeluh. Karena, kita malu untuk mengeluh. Oleh karenanya, yang terucap dan diperbuat tidak lain adalah ungkapan penghargaan atas semua kenikmatan yang telah Allah anugerahkan. Sekalipun Allah tengah menguji kita, tetapi kita merasa malu mengeluh. Lalu kembali berterimakasih, bahkan ketika tengah berada dalam ujian. Pantaslah jika semakin hari, dia semakin disayang oleh Allah swt.

Tarbawi 229 Th.11 Jumadil Akhir 1431 H/ 3 Juni 2010

6/20/2010

Jika aku jatuh hati

Damba Cinta-Mu

Oleh Raihan

Tuhanku ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMu

Ku sering melanggar laranganMu
Dalam sedar ataupun tidak
Ku sering meninggalkan suruhanMu
Walau sedar aku milikMu

Bilakah diri ini �kan kembali
Kepada fitrah sebenar
Pagi kuingat petang kualpa
Begitulah silih berganti

Oh Tuhanku,
Kau pimpinlah diri ini
Yang mendamba CintaMu
Aku lemah aku jahil
Tanpa pimpinan dariMu

Ku sering berjanji di depanMu
Sering jua ku memungkiri
Ku pernah menangis keranaMu
Kemudian ketawa semula

Kau pengasih
Kau penyayang
Kau pengampun
Kepada hamba-hambaMu

Selangkah ku kepadaMu
Seribu langkah Kau padaku

Tuhan,
Diri ini tidak layak ke surgaMu
Tapi tidak pula aku sanggup ke nerakaMu

Kutakut kepadaMu
Ku mengharap jua padaMu
Mogaku �kan selamat dunia akhirat
Seperti rasul dan sahabat

Seperti rasul dan sahabat

2/11/2010

Ya Rabbi Kuatkan Aku!

Sungguh, tidak pernah ku rasakan sesedih ini sebelumnya.
Kenapa, orang lain selalu berharap kita seperti mereka, kita kan bukan mereka. Allah menciptakan kita berbeda, dengan keunikan kita masing - masing yang itu akan jadi kelebihan dan kekurangan kita. Mengapa mereka tidak menyadari itu dan tidak berusaha memahami itu.

Aku rindu indahnya persaudaraan dalam Islam (Ukhuwah Islamiyah), yang mereka tidak dibedakan oleh pangkat, jabatan, harta, umur, suku, dan lain - lain. Mereka begitu ikhlas dan tulus menyampaikan kebaikan2, mendidik kearah yang lebih baik tanpa mengharapkan pambrih. Karena pambrih yang mereka harapkan hanya ridho dari Allah semata.

Ya Allah, hanya Engkau sebaik2 tempat hamba mengadu. Kuatkan dan sabarkan hamba dengan kondisi ini ya Allah, jauhkan hamba dari kekufuran. Aamiin

1/25/2010

Indahnya Menyempurnak 1/2 Dien di Jalan yang Syar'i

Sungguh, aku tidak tahu tiba-tiba saja aku ingin menulis tentang rahasia jodoh atau lebih luasnya tentang pernikahan disini. Ya, mungkin aku terinspirasi dengan film Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2 yang baru aku tonton baru-baru ini. Tetapi sungguh rasanya aku belum cukup bekal untuk bicara ini, karena aku sendiri juga belum menikah. Tepatnya aku belum merasakan secara jelas rahasia di balik jodohku.

Tetapi bicara tentang jodoh aku jadi teringat sebuat video klip di film Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2 --> Menanti Cinta.

Sejak lama aku berdiri
Dalam sepinya rongga hati
Tak satupun ku mampu menjawab

Hanya padaMu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku

Wahai Penilai Hati lihat bathinku
Nyaris bernanah karena luka tersayat
Merana menantikan kisah dan kasih hidupku

Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi puna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti
Jodohku...

Hohoho...

Hanya padaMu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti cinta untukku

Wahai Penilai Hati lihat bathinku
Nyaris bernanah karena luka tersayat
Merana menantikan kisah dan kasih hidupku

Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi puna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti
Jodohku

Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi puna cinta
Namun harus ku ikhlaskan semua takdir cintaku
PadaMu...

Ketika bicara tentang jodoh, tentu tidak akan bisa dipisahkan dari bicara tentang pernikahan. Selama ini, aku berpikir menikah adalah sesuatu hal yang masih tabu untuk dibicarakan. Kenapa?. Aku merasa masih kecil, belum punya ilmu, dan lain-lain.

Tetapi tidak sekarang, seharusnya aku sudah memahami ilmu itu. Ketika telah memiliki umur yang cukup, telah memiliki pekerjaan yang tetap, dan orang tua telah menuntut untuk menyegerakan menikah, aku mulai merindukan kata itu teraplikasi dari diriku. Menikah, memiliki suami yang terbaik disisiNya, bisa menjadi teman yang baik dalam urusan agama,dunia dan akhirat; keluarga dakwah dan keluarga tarbiyah.
"Rabbi habli minladunka zaujan thoyyiban, wa yakuuna shohiban li fiddini waddunia wal akhirat" Ya Rabbi berikanlah hamba suami yang terbaik disisimu, suami yang bisa menjadi teman bagi hamba dalam urusan agama, dunia, dan akhirat. Aamiin.

Tetapi sungguh jodoh memang rahasia Allah yang luar biasa misterinya. Ketika kita merasa belum siap dia datang, dan ketika kita merasa benar2 sudah siap dia begitu jauh. Ternyata nilai atas kesiapan menurut kita tak selamanya sama dengan nilai atas kesiapan menurut Allah. Allah Maha Tahu sedang kita tidak.

Berbagi cerita tentang jodoh atau perjodohan sungguh penuh warna - warni. Tetapi pada dasarnya aku bukanlah orang yang menutup diri; ketika dikenalkan dari latar belakang berbeda aku jalani. Tetapi sungguh jodoh memang penuh misteri, sesuatu yang tidak bisa dipaksakan (perkara hati). Perasaan ikhlas dan ridho belum kurasakan.

Tetapi sungguh, menjalani proses pernikahan yang syar'i dengan cara yang syar'i menjadi cita - cita dan harapanku.

Melihat dan belajar dari pengalaman sekitar membuatku teguh, yakin dan percaya, bahwa jodoh adalah hak veto Allah Subhannahu Wa Ta'ala. Wanita yang baik dan selalu menjaga diri akan mendapatkan laki2 yang baik, meski harus melalui proses yang panjang, lama, bahkan sampai umur telah melampaui batas. Sebaliknya seorang wanita yang tidak mampu bersabar untuk menjaga diri, jatuh pada kondisi samar (mendekati zina) sehingga mempunyai keyakinan bahwa itu adalah jodohnya ternyata akhirnya dia akan mendapatkan itu. Allah akan memberi apa yang diminta oleh hamba-Nya, meski menurut-Nya itu bukan yang terbaik. Allahu'alam.

1/17/2010

Do'a yang Indah

Aku memohon pada Allah agar Dia mengambil sifat-sifat dan kebiasaan burukku. Allah menjawab: "Kamu sendirilah yang harus berusaha menghilangkannya."

Aku memohon pada Allah agar Dia membuatku selalu menjadi anak-anak dan tidak pernah tumbuh besar. Allah menjawab:" Semangat dan kejujuran anak-anaklah yang harus selalu selalu ada, karena bagaimanapun juga, tubuh akan bertambah tua."

Aku memohon pada Allah agar Dia menganugerahkan kesabaran kepadaku. Allah menjawab: "Kesabaran adalah hasil dari ujian. Kesabaran tidak datang begitu saja, tetapi harus dipelajari dalam kehidupan."

Aku memohon pada Allah agar Dia menganugerahkan kebahagiaan kepadaku. Allah menjawab:"Aku sudah merahmati dengan berbagai nikmat, tapi bahagia atau tidak dengan semua kenikmatan tersebut, itu tergantung kepadamu."

Aku memohon pada Allah agar Dia menghilangkan penderitaan dan duka cita dari hatiku. Allah menjawab:" Duka cita membuatmu jauh dari kehidupan duniawi dan membawamu lebih dekat kepada-Ku."

Aku memohon kepada Allah agar Dia menumbuhkan semangatku. Allah menjawab: "Kamu harus tumbuh dan mengusahakannya sendiri. Baru setelah itu aku akan menghiasimu."

Aku memohon pada Allah agar Dia memberiku segala sesuatu yang bisa membuatku menikmati hidup. Allah menjawab:" Aku sudah memberimu kehidupan supaya kamu bisa menikmati segala sesuatu yang Aku sediakan."

Aku memohon kepada Allah agar Dia membuatku mencintai sesama saudaraku umat muslim, sebesar cinta-Nya kepadaku. Allah menjawab:" Akhirnya kamu mengerti juga inti semua ini."

Untuk setiap hal negatif yang kita tujukan bagi diri kita, Allah SWT selalu mempunyai jawaban positif.

Dikutip dari : Hadiah Cinta dari Dunia Maya

12/27/2009

Prajab Kenangan Tak Terlupakan

Prajab 30 Agustus-12 September 2009 adalah kenangan yang terindah yang sulit terlupakan. Saat-saat segala rasa bercampur aduk menjadi satu. Ada rasa bahagia, lucu, menjengkelkan, menggemaskan, menakutkan, menantang, dan lain-lain.

Perasaan bahagia ku rasakan saat itu adalah dengan tempatnya. Bogor kota sekian lama menjadi impianku akhirnya aku bisa disana, meski untuk semantara waktu. Tidak apa-apa. Selanjutnya aku bahagia, di sana aku bertemu nyata denga teman2 yang biasa hanya ku dengar suara, ku terima pesan, tetapi kini nyata kami dapat berinteraksi meski memanfaatkan sisa2 waktu. Selanjutnya aku sungguh aku bahagia dan sungguh surprise dengan kebersamaan yang terbentuk di sana. Disana aku seperti melihat miniatur sebuah pemerintahan impian di masa depan. Dimana, bibit2 pemimpin muda harapan yang ikhlas dan sungguh2, ditambah semua anggota taat pada komando pemimpin dan yang terpenting kebersamaan di atas segalanya. Lulus satu lulus semua, dan sebaliknya. Tidak ada yang berusaha lebih unggul. Kalaupun ada dengan cara yang benar. Dan terakhir keindahan itu ku rasa dalam waktunya pada bulan Ramadhan, meski sholat tarawih harus diantara waktu yang sibuk, dan membaca Al Qur'an pun harus pandai2. Tetapi karena perjuangan yang begitu berat, disitulah letak indahnya.

Lucu, memang momen itu begitu lucu bagiku. Sangat lucu sekali.
Pada suatu hari, tepatnya dalam minggu menjelang berakhirnya acara diklat prajabatan. Tepatnya di puncak2 keletihan. Seperti biasa aku sholat zhuhur di kamarku. Ya, kebetulan waktu istirahat cuma 1 jam dari jam 12 sampai jam 1 aku bergegas saja sholat ketika sudah adzan. Eh, habis sholat ternyata jam sudah menunjukkan jam 1 kurang 1/4. Tiba2 saja mataku mengantuk sekali, capek luar biasa kurasakan. Tanpa mampu menahan kantuk dengan pakaian yang sudah lengkap ternyata aku tertidur pulas. Dan tiba2 aku terbangun kembali dan jarum jam sudah jam 5. Wah, spontan aku kaget luar biasa. Lebih dari 2 jam pelajaran berlalu. Padahal, dari semua total pelatihan cuma 2 jam toleransi. Kalau aku tidak salah. Terus kalau habis sekarang, gimana nanti ada hal2 yang tak terduga pikirku waktu itu. Bisa2 tidak lulus aku. Hihihihi..... Tidak terbayangkan paniknya aku waktu itu.

Dalam kepanikan tak sengaja mataku kembali menoleh ke jam yang ada di dinding. Astaughfirullah, ternyata jam 5 itu penunjukan dari jarum jam yang panjang sedangkan jam pendeknya baru jam 2. Alhamdulillah dengan harapan yang tersisa aku kembali ke kelas, pelajaran sudah lama dimulai. Telah dibentuk kelompok2 belajar. Alhamdulillah ibu widyaiswaranya tidak ketat waktu itu, aku bisa masuk dengan leluasa, teman2 saja yang geleng2 kepala melihat kebingunganku.
Karena kejadian itu, hari2 berikutnya ketika aku belum datang dari jam semestinya, teman piketku selalu datang menjemput. Ya menjemput ke kediaman semantaraku. Setia kawan. Kejadian yang sering membuatku tertawa, jika aku tidak segera sadar. Subhannallah.


Selanjutnya ada juga kejadian yang menjengkelkan aku waktu itu. Waduh, tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau aku yang telah lama berusaha untuk berpakaian selayaknya muslimah, dan menjaga diri semampuku di depan umum. Ternyata disana, bukan sekedar olah raga tetapi gerakan tubuh harus aku jalani. Sungguh sangat asing bagiku di depan ratusan kaum adam. Tetapi harus bagaimana, tuntutan dan aku juga tidak mau dibilang kaku, harus ku jalani dengan memakai muka badak walau mungkin badaknya juga tidak suka aku minjam muka dia. Karena bisa jadi dia juga malu. hehehehhe.....,

Terakhir ada yang menakutkan juga aku rasakan. Tidak terlalu, tetapi cukup menakutkan.
Kenapa?. Ternyata selama pelatihan, fisikku sering kali meriang dan deman secara tiba-tiba. Tetapi bagaimana, harus sehat. Dengan berusaha minum susu beruang dan bertekad untuk sehat dengan do'a, alhamdulillah Allah bimbing aku bisa lulus dengan prediket baik sekali di diklat prajabatan itu. Alhamdulillah.